Wednesday, May 16, 2007

NGAJI YUK!!!

Bukannya mau merendahkan remaja sekarang. Terus terang saja bila kita perhatikan, sungguh anak remaja sekarang sangat memprihatinkan. Apalagi bila dibandingkan dengan remaja di jaman Rasul jauh sekali bedanya. Jika di massa Rasul, seusia 8 tahun udah terlibat dalam perjuangan bersama Rasul. Sebut saja Ali kecil yang saat itu masih berusia 8 tahun dan Zubair bin Awam. Demikian juga ada Usamah bin Zaid, di usia 18 tahun, sudah tampil ke depan sebagai pemimpin pasukan perang. Remaja jaman kiwari? Remaja seusia ini lagi asyik-asyiknya ngeceng di mall-mall, pamer diri. Trenyuh emang…

Bila nanya ke mereka kenal nggak sama Bilal bin Rabbah atawa Zaid bin Tsabit. Jawabannya? Geleng-geleng kepala, ndak tahu! Emang kuper sih. Berbeda kalo menyinggung Britney Spears, atawa Eminem, dkk, eit, obrolan pasti akan nyambung. Mereka tahu banget Bintang kontemporer macam itu. Mulai hobinya, pakaian kesenangannya, warna kesukaannya sampe nomor sepatunya hapal di luar kepala.

Sedih emang melihat fenomena seperti di atas. Bagaimana jadinya umat ini jika generasi remajanya semacam ini? Ngedugem, individualis, hooliganis, menjadi tren remaja masa kini. Walaupun emang hal tersebut bukan hanyamenimpa kalangan remaja saja, generasi bapak-bapak pun tidak jauh bedanya. Memang pilu nian hati ini memperhatikannya. Mengaku Islam tapi tak kenal ajaran Islam. Diajak berjuang melanjutkan kehidupan Islam, takut!

Harus Punya Sikap, Dong!

Bagi kita yang mengaku masih punya nyali, tentu tidak akan membiarkan fenomena ini terus berlangsung. Harus segera bertindak secepatnya. Karena terus terang saja ini adalah penyakit yang emang udah mengakar di jiwa umat Islam. Harus segera diobati dan dibuang jauh-jauh penyakit macam itu.

Melakukan perubahan salah satu caranya. Rubah dari keadaan yang rusak ke keadaan yang baik dan benar. Apa yang harus kita rubah? Tentu semuanya. Namun dari mana mengawali perubahan tersebut?

Kalo kita mau berfikir jernih dan menggali secara mendalam penyebab rusaknya kehidupan remaja plus orang tuanya—baca: umat Islam. Akan kita temukan bahwa kebodohan yang telah menimpa umat ini merupakan salah satu penyebab kemorosatan umat. Mengapa? Karena tindak tanduk perilaku kita kan berawal dari sebuah pemahaman. Sedangkan pemahaman itu berawal dari sebuah pemikiran. Rusaknya pemikiran umat inilah yang menjadikan remaja Islam rela melepaskan jati dirnya sebagi umat Islam. Bahkan merasa malu dan kuno alias kampungan kalo berinterkasi dengan Islam. Ngerasa nggak?

Belajar Islam, Kudu!

Tak kenal maka tak sayang. Satu pepatah yang sudah tak asing lagi di kuping. Memang bila kita tak kenal ama teman kamu rasa sayang mungkin akan surut. Begitu pula kamu nggak kenal ama guru fisika kamu, yah rasa sayang akan lenyap. Bisa jadi kamu nggak suka ama pelajarannya karena emang kamu nggak kenal gimana asyiknya belajar Fisika. Makanya pepatah ini kadang dijadikan juga sebagai dalil pelegalan untuk melakukan kegiatan pacaran.

Untuk mengenal Islam tentu tidak cukup hanya mengandalkan dari bangku sekolahan saja. Tahukan porsi pelajaran agama di sekolahan cuma 2 sks. Belum lagi waktu yang segitu teh untuk ngabsen. Apalagi bila gurunya jarangnya hadir hadir, repot dong mengharapkan peserta didik yang berimtaq. Kita juga tidak cukup belajar Islam hanya sekedar yang ritual saja. But, kita harus memahami Islam ini secara komprenhensif alias menyeluruh. Tidak cukup hanya kenal shalat, puasa, akhlak belaka. Kita pun perlu memahami bagaimana Islam mengatur tentang pergaulan, bagaimana Islam mengatur tentang pacaran, pakaian sampai ke masalah sistem pemerintahan, politik ekonomi dan sebagainya.


Mengapa Musti Beslajar Islam?

Pertama, ajaran Islam adalah ajaran yang sempurna. Islam adalah ajaran yang khas, berbeda dengan ajaran yang lain. Bukan hanya mengatur urusan manusia dengan Tuhannya, tapi Islam juga mengatur segala aspek kehidupan. Sampai mau masuk ke toilet pun ada aturannya. Apalagi urusan yang lebih besar seperti tata negara, ekonomi, pergaulan, hukm dan sebagianya diatur oleh Islam. Nah, bagaimana mungkin kita akan tahu ajaran yang sempurna ini, bila kita tidak mengkajinya. Nggak mungkin, non!

Kedua, karena kita adalah remaja Islam yang bukan anak-anak lagi. Remaja itu udah baligh alias sudah kena beban hukum. Misalkan sholat adalah wajib, maka kita sudah terkena taklif kewajiban untuk mendirikan sholat. Kalau nggak melakukan ya berdosa. Begitu juga belajar Islam, merupakan perkara yang wajib bagi seorang muslim.

Ketiga, dengan memahami Islam secara kaafah, kita dapat membedakan hukum syara’. Kita tidak akan mengetahui mana perbuatan yang wajib dan mana yang haram atau mana yang sunah dan makruh, atau perbuatan yang boleh dilakukan tanpa belajar Islam. Akibatnya mungkin kamu tidak dapat menentukan prioritas perbuatan yang kudu dilakukan. Makanya tak aneh banyak remaja yang mementingkan maen bola daripada ikut ngaji dengan teman-teman rohis. Karena emang mereka mungkin tidak tahu mana yang harus diprioritaskan.

Keempat, kita punya tugas berdakwah. Dakwah atau menyeru orang ke Islam itu bukan hanya kewajiban yang punya gelar Kyai atau ustadz saja. Tapi kewajiban setiap individu muslim, termasuk remaja. Untuk mengajak orang lain ke Islam tentu kita harus punya bekal. Seperti halnya orang yang berjualan harus punya modal dulu. Nah di sinilah pentingnya kita mengakaji Islam ini.

Kelima, kita semua akan mati. Siapa pun orangnya temasuk kamu tentu akan kembali pada Sang Pencipta. Di sana kelak kita akan dimintai pertanggungjawaban atas perbuatan yang telah kita lakukan. So, apa yang akan kita jawab jika ditanya: Kau gunakan untuk apa masa mudamu? Hanya satu bekal yang akan kita bawa yaitu amal kita. Apalagi yang namanya ajal itu tidak pandang bulu dan tidak pandang umur. Walaupun masih muda, bila ajal menjemput, tidak bisa dihalang-halang. Karena itu, untuk memahami Islam tidak usah ada kata nanti dulu. Lagian kita nggak bisa ngejamin esok lusa masih menghirup udara atau nggak. So, Aa Gym bilang "Lakukan mulai saat ini juga!".

Insya Allah bila remaja Islam melek tentang kewajiban ini dan menjadikan Islam ini sebagai way of life dirinya, kejayaan Islam yang ditunggu tidak akan lama lagi. Insya Allah!!! (ZnMq)

No comments: